ASUHAN KEPERAWATAN
PADA IBU MASA NIFAS
PADA IBU MASA NIFAS

DISUSUN OLEH:
Rizka Hidayatul P
(7114016)
D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
PETERONGAN JOMBANG
2015
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
PETERONGAN JOMBANG
2015
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarokatuh
Alhamdulillah, puji
syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya
sehingga penyusun dapat menyelesaikan “Asuhan keperawatan pada ibu masa nifas” dapat
terselesaikan dengan baik meskipun masih jauh dari kesempurnaan.
Sholawat salam semoga
tetap tercurahkan pada Rosulullah Muhammad SAW, yang telah memberi petunjuk
untuk selalu setia dalam menegakkan agama Islam dalam kehidupan pribadi maupun
sosial.
Dalam penyusunannya,
penyusun memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada yang terhormat:
1.
Prof.Dr.H.Ahmad Zahro,MA. Selaku Rektor
UNIPDU Jombang yang telah memberikan kemudahan untuk mengikuti pendidikan di
Fakultas Ilmu Kesehatan UNIPDU Jombang.
2.
Bapak H.Andi Yudianto, S.Kep. Ns, M.Kes
selaku dekan Fakultas Ilmu Kesehatan
3.
Ibu Pujiani, S.Kep. Ns, M.Kes selalu
Ka.Prodi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
4.
Ibu Masruroh
Hasyim.S.Kep,Ns.,M.Kes selaku dosen mata kuliah keperawatan maternitas
5.
Kedua orang tua yang selalu memberi do’a
dan semangat
6.
Teman – teman yang selalu mendukung terselesainya Makalah
ini.
Dari sinilah
kesuksesan berawal, penyusun berharap Makalah ini dapat memberikan banyak
manfaat dan informasi kepada pembaca secara umum dan khususnya bagi penyusun.
Penyusun menyadari dalam penyusunan Makalah masih banyak sekali kekurangan,
untuk itu kritik dan saran akan selalu diharapkan demi sempurnaanya Makalah
selanjutnya.
Kamis,
04 Februari 2016
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL ........................................................................................................ ii
KATA
PENGANTAR ..................................................................................................... iii
DAFTAR
ISI .................................................................................................................... iv
BAB I KONSEP MEDIS
1.1 Definisi
................................................................................................................. 1
1.2 Tujuan
...................................................................................................................
1.3 klasifikasi
..............................................................................................................
1.4 gejala
klinis (fisiologi nifas)...................................................................................
1.5 peeriksaan
penunjang............................................................................................
1.6 komplikasi.............................................................................................................
1.7 penatalaksanaan
medis..........................................................................................
BAB
II KONSEP KEPERAWATAN
2.1 Pengkajian
..............................................................................................................
2.2 Diagnosa Keperawatan..........................................................................................
2.3 Intervensi
...............................................................................................................
2.4 implementasi
..........................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA ......................................................................................................
BAB I
KONSEP MEDIS
1.1. Definisi
Masa nifas atau puerperium adalah dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya
plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu (Hadijono,2008:356)
Periode pascapartum (puerperium) ialah masa enam minggu sejak bayi lahir
sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil
(Bobak,2004:492)
Post partum (nifas) secara harafiah adalah sebagai masa persalinan dan
segera setelah kelahiran, masa pada waktu saluran reproduktif kembali ke
keadaan semula (tidak hamil). (William,1995)
Puerperium / nifas adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah kelahiran
plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan
sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama ± 6 minggu
(Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal,2002)
1.2. Tujuan
Dalam masa nifas ini
penderita memerlukan perawatan dan pengawasan yang dilakukan selama ibu tinggal
di rumah sakit maupun setelah nanti keluar dari rumah sakit.
Adapun tujuan dari
perawatan masa nifas adalah:
- Menjaga kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun
psikologi.
- Melaksanakan skrining yang komprehrnsif,
mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada
ibu maupun bayi.
- Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan
kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi
pada bayi dan perawatan bayi sehat.
- Untuk mendapatkan kesehatan emosi. (Bari
Abdul, 2000)
1.3. Klasifikasi
Masa nifas dibagi dalam 3 periode yaitu :
a.
Puerperium dini
adalah kondisi kepulihan dimana seorang ibu sudah diperbolehkan berdiri dan
berjalan
b.
Puerperium
Intermedial adalah kondisi kepulihan organ genital secara menyeluruh dengan
lama ± 6-8 minggu
c.
Remote Puerperium
waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila saat hamil
atau waktu persalinan mengalami komplikasi. Waktu yang diperlukan untuk sehat
sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan ataupun tahunan.
1.4. Gejala
Klinis (Fisiologi Nifas)
Pada masa puerperium atau nifas tampak perubahan dari
alat – alat / organ reproduksi yaitu :
a.
Sistem Reproduksi
1)
Uterus
Secara berangsur-angsur, kondisi uterus akan membaik
dengan pengecilan ukuran (involusi) dari uterus itu sendiri. Adapun tinggi
fundus uteri (TFU) post partum menurut masa involusi :
Tabel 1. TFU menurut masa involusi
|
INVOLUSI
|
TFU
|
BERAT UTERUS
|
|
Bayi
lahir
|
Setinggi
pusat
|
1000
gram
|
|
Placenta
lahir
|
± 2
cm di bawah umbilicus dengan bagian fundus bersandar pada promontorium sakralis
|
± 1000 gram
|
|
1
minggu
|
Pertengahan
antara umbilikus dan simfisis pubis
|
500
gram
|
|
2
minggu
|
Tidak
teraba di atas simfisis
|
350
gram
|
|
6
minggu
|
Bertambah
kecil
|
50-60
gram
|
(Bobak,2004:493)
2) Vagina dan Perineum
Pada post partum
terdapat lochia yaitu cairan/sekret yang berasal dari kavum uteri dan
vagina.
Macam – macam lochia
:
a)
Lochia rubra: berisi
darah segar dan sisa – sisa selaput ketuban, terjadi selama 2 hari pasca
persalinan
b) Lochia Sanguinolenta: berwarna merah kuning berisi
darah dan lendir, terjadi hari ke 3 – 7 pasca persalinan
c)
Lochia serosa: Keluar
cairan tidak berisi darah berwarna kuning. Terjadi hari ke 7 – 14 hari pasca
persalinan
d) Lochia alba: Cairan putih setelah 2 minggu pasca
persalinan
3)
Payudara
Pada masa nifas akan timbul masa laktasi akibat
pengaruh hormon laktogen (prolaktin) terhadap kelenjar payudara. Kolostrum
diproduksi mulai di akhir masa kehamilan sampai hari ke 3-5 post partum dimana
kolostrum mengandung lebih banyak protein dan mineral tetapi gula dan lemak
lebih sedikit. Produksi ASI akan meningkat saat bayi menetek pada ibunya karena
menetek merupakan suatu rangsangan terhadap peningkatan produksi ASI. Makin
sering menetek, maka ASI akan makin banyak diproduksi.
b.
Sistem
Pencernaan
1)
Nafsu Makan
Setelah benar-benar
pulih analgesia, anesthesia, dan keletihan, kebanyakan ibu merasa sangat lapar.
Permintaan untuk memperoleh makanan dua kali dari jumlah biasa dikonsumsi
diserta konsumsi camilan yang sering ditemukan.
2) Motilitas
Secara khas,
penurunan tonus dan motilitas otot traktus cerna menetap selamawaktu yang
singkat setelah bayi lahir. Kelebihan analgesia dan ansthesia bisa memperlambat
pengembalian tonus dan motilitas ke keadaan normal.
3)
Defekasi
Ibu sering kali sudah
menduga nyeri saat defeksi karena nyeri yang dirasakannya diperineum akibat
episiotomi, laserasi, hemorid. Kebiasan buang air yang teratur perlu dicapai
kembali setelah tonus usus kembali normal.
c.
Sistem Perkemihan
Uretra dan kandung kemih
Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih
selama proses melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. Dinding
kandung kemih dapat mengalami hiperemis dan edema, seringkali diserti
daerah-daerah kecil hemoragi.
d.
Sistem Integumen
Hiperpigmentasi di areola dan linea nigra tidak
menghilang seluruhnya setelah bayi lahir. Kulit yang meregang pada
payudara,abdomen, paha, dan panggul mungkin memudar tetapi tidak hilang
seluruhnya.
e.
Tanda Tanda Vital
Perubahan tanda-tanda
vital pada massa nifas meliputi:
Tabel perubahan Tanda-tanda
Vital
|
Parameter
|
Penemuan normal
|
Penemuan abnormal
|
|
Tanda-tanda vital
|
Tekanan darah < 140 / 90 mmHg, mungkin bisa naik dari tingkat disaat
persalinan 1 – 3 hari post partum.
Suhu tubuh < 38 0 C
Denyut nadi: 60-100 X / menit
|
Tekanan darah > 140 / 90 mmHg
Suhu > 380 C
Denyut nadi: > 100 X / menit
|
1) Vital Sign sebelum
kelahiran bayi :
a. Suhu :
- saat partus lebih 37,20C
- sesudah partus
naik + 0,50C
- 12 jam pertama suhu
kembali normal
b. Nadi :
- 60 – 80 x/mnt
- Segera setelah partus
bradikardi
c. Tekanan darah :
TD meningkat karena
upaya keletihan dan persalinan, hal ini akan normal kembali dalam waktu 1 jam
2) Vital sign setelah
kelahiran anak :
a.
Temperatur :
Selama 24 jam pertama
mungkin kenaikan menjadi 380C (100,40F) disebabkan
oleh efek dehidrasi dari persalinan.
Kerja otot yang
berlebihan selama kala II dan fluktuasi hormon setelah 24 jam wanita keluar
dari febris.
b.
Nadi :
Nadi panjang dengan
stroke volume dan cardiacc output. Nadi naik pada jam pertama. Dalam 8 – 10
minggu setelah kelahiran anak, harus turun ke rata-rata sebelum hamil.
c.
Pernapasan :
Pernapasan akan jatuh ke
keadaan normal wanita sebelum persalinan.
d.
Tekanan darah :
Tekanan darah berubah
rendah semua, ortistatik hipotensi adalah indikasi merasa pusing atau
pusing
tiba-tiba setelah terbangun,
dapat terjadi 48 jam pertama.
Penyimpangan dari
kondisi dan penyebab masalah :
· Diagnosa
sepsis puerpuralis adalah jika kenaikan pada maternal suhu menjadi 380C
(100,4F0
· Kecepatan
rata-rata nadi adalah satu yang bertambah mungkin indikasi hipovolemik akibat
perdarahan.
· Hipoventilasi
mungkin mengikuti keadaan luar biasanya karena tingginya sub arachnoid (spinal)
blok.
· Tekanan
darah rendah mungkin karena refleksi dari hipovolemik sekunder dari perdarahan,
bagaimana tanda
· terlambat
dan gejala lain dari perdarahan kadang-kadang merupakan sinyal tenaga medis
1.5. Pemeriksaan penunjang
a.
Darah lengkap ( Hb, Ht, Leukosit, trombosit )
b.
Urine lengkap
1.6. Komplikasi
a.
Pembengkakan payudara
b.
Mastitis (peradangan pada payudara)
c.
Endometritis
(peradangan pada endometrium)
d.
Post partum blues
e.
Infeksi puerperalis
ditandai dengan pembengkakan, rasa nyeri, kemerahan pada jaringan terinfeksi
atau pengeluran cairan berbau dari jalan lahir selam persalinan atau sesudah
persalinan.
1.7. Penatalaksanaan Medis
a.
Observasi ketat 2 jam
post partum (adanya komplikasi perdarahan)
b.
6-8 jam pasca
persalinan : istirahat dan tidur tenang, usahakan miring kanan kiri
c.
Hari ke- 1-2 :
memberikan KIE kebersihan diri, cara menyusui yang benar dan perawatan
payudara, perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas, pemberian informasi
tentang senam nifas.
d.
Hari ke- 2 : mulai latihan duduk
e.
Hari ke- 3 : diperkenankan latihan berdiri dan berjalan
BAB II
KONSEP KEPERAWATAN
2.1 PENGKAJIAN
1.
Pengumpulan data
Data Objektif
Nama, umur, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, pendidikan, pekerjaan,
agama, suku, bangsa, riwayat persalinan, nama suami, usia.
Riwayat kesehatan
Hal yang perlu dikaji dalam riwayat kesehatan adalah:
a. keluhan yang dirasakan
ibu saat ini
b. adakah kesulitan dan
gangguan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, misalnya pola makan, buang air
kecil atau buang air besar, kebutuhan istirahat dan mobilisasi
c. riwayat tentang
persalinan
d. obat atau sublemen yang
dikonsumsi
e. perasaan ibu saat ini
berkaitan dengan kelahiran bayi, penerimaan terhadap peran baru sebagai orang
tua termasuk suasana hati yang dirasakan ibu sekarang, kecemasan dan
kekhawatiran
f. adakah kesulitan dalam
pemberian ASI dan perawatan bayi sehari-hari
g. bagaimana rencana
menyusui nanti (ASI eksklusif atau tidak), rencana merawat bayi dirumah
(dilakukan ibu sendiri atau dibantu orang tua atau mertua)
h. bagaimana dukungan suami
atau keluarga terhadap ibu
i. pengetahuan ibu tentang
nifas
2.
pemeriksaan fisik
pada pemeriksaan fisik, perawat harus melakukan pemeriksaan menyeluruh dan
terutama berfokus pada masa nifas, yaitu:
a. keadaan umum, kesadaran
b. tanda-tanda vital : T/D,
suhu, nadi, pernafasan
head to toe
1.
Kepala:
kulit rambut tampak bersih tidak terdapat benjolan
2.
Mata
Alis mata, kelopak mata normal, konjuktiva anemis (-), pupil isokor
sclera tidak ikterus (-), reflek cahaya positif. Tajam penglihatan
menurun.
3.
Telinga
Secret, serumen, benda asing, membran timpani dalam batas
normal, pendengaran normal
4.
Hidung
Deformitas, mukosa, secret, bau, obstruksi tidak ada, pernafasan
cuping hidung tidak ada.
5.
Mulut dan faring
Tidak terdapat kotoran, Kelainan
lidah tidak ada.
6.
Leher
Simetris, kaku kuduk tidak ada, tidak terdapat pembesaran
7.
payudara:
adanya pembesaran putting susu(menonjol atau mendatar, ada nyeri atau
lecet pada putting), ASI atau kolostrum sudah keluar, ada pembengkakan, radang
atau benjolan
8.
abdomen : tinggi fundus uteri, kontraksi uterus
9.
kandung kemih
kosong atau penuh
10. genitalia dan
perineum :
pengeluaran lokhea ( jenis, warna, jumlah dan bau), oedem,
peradangan, keadaan jahitan, nanah, tanda-tanda infeksi pada luka jahitan,
kebersihan perineum, hemoroid pada anus
11. ekstremitas bawah:
pergerakan, gumpalan darah pada otot kaki yang menyebabkan nyeri,
oedem, varises
12. ekstremitas bawah
Tidak dapat di jumpai pembengkakan.
2.2 DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Infeksi resiko tinggi
terhadap penyebaran sepsis yang berhubungan dengan infeksi kerusakan kulit atau
jaringan/trauma faskularisasi tinggi pada saat sakit, prosedur invasive dan
peningkatan pemajaman lingkungan, penyakit kronis, anemia, malnutrisi dan efek
dari obat-obatan yang tidak diinginkan
b. Nutrisi, perubahan
kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masukan yang tidak cukup untuk
memenuhi metabolik.
c. Gangguan rasa nyaman:
nyeri berhubungan dengan proses infeksi.
2.3 PERENCANAAN
1. Infeksi resiko tinggi terhadap penyebaran
sepsis yang berhubungan dengan infeksi kerusakan kulit atau jaringan/trauma
faskularisasi tinggi pada saat sakit, prosedur invasive dan peningkatan
pemajaman lingkungan, penyakit kronis, anemia, malnutrisi dan efek dari
obat-obatan yang tidak diinginkan.
· Tinjau ulang catatan prenatal intra partum dan pasca partum
· Tahankan kebijakan mencuci tangan dengan ketat untuk setiap klien dan
pengunjung
· Pantau suhu, nadi, dan pernafasan, perhatikan adanya mengigil/laporkan
anoreksia atau malaise
2. Nutrisi, perubahan
kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masukan yang tidak cukup untuk
memenuhi metabolic
§ Beri makanan dalam porsi
sedikit tapi sering agar kebutuhan nutrisi terpenuhi
§ Berikan pasien diet
dalam keadaan hangat dan bervariasi
§ Kolaborasi dengan dokter
dan ahli gizi dalam pemberian nutrisi.
Tujuan:
§ Intake nutrisi adekuat
§ Tidak terjadi penurunan
berat badan khususnya selama masa menyusui
K Hasil:
§ Anjurkan pilihan makanan
tinggi protein, zat besi dan vitamin C bila masukan oral dibatasi
§ Anjurkan pemberian
makanan/nutrisi dengan porsi kecil tapi sering
§ Jelaskan pentingnya
nutrisi khususnya pada masa menyusui
3. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan
dengan
Tujuan:
§ Nyeri berkurang/hilang
§ Ibu dapat menyusui
bayinya dengan nyaman
§ Ibu dapat beraktivitas
dengan normal
K hasil:
§ Ajarkan teknik relaksasi
§ Kompres hangat pada area
nyeri
§ Kolaborasi pemberian
obat analgetik
2.4 PELAKSANAN
1.
Diagnosa 1
a. Meninjau ulang catatan
prenatal intra partum dan pasca partum
b. Mempertahankan kebijakan
mencuci tangan dengan ketat untuk setiap klien
dan
pengunjung
c. Memantau suhu, nadi, dan
pernafasan, perhatikan adanya mengigil/laporkan anoreksia atau malaise
2.
Diagnosa 2
a.
Memberi makanan dalam porsi sedikit tapi sering agar kebutuhan nutrisi
terpenuhi
b.
Meberikan pasien diet dalam keadaan hangat dan bervariasi
c.
Mengkolaborasi dengan dokter dan ahli gizi dalam pemberian nutrisi.
3.
Diagnosa 3
a.
Menganjurkan pemberian makanan/nutrisi dengan porsi kecil tapi sering
b.
Menjelaskan pentingnya nutrisi khususnya pada masa menyusui
DAFTAR
PUSTAKA
Bobak,
2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Edisi 4. Jakarta : EGC
Carpenito, L.J. 2001. Buku Saku
Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. EGC. Jakarta
Carpenito, L. J. 1998. Diagnosa
Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis. Edisi 6. EGC. Jakarta
Doengoes, E. Marilyn. 2001. Rencana
Perawatan Maternal/Bayi Edisi 2. Jakarta: EGC
Farrer, H. 2001. Perawatan
Maternitas. Edisi 2. EGC. Jakarta
Hadijono, Soerjo. 2008. Ilmu
Kebidanan. Jakarta:Bina Pustaka
http://www. Us elsevierhealth. com. Nursing
diagnoses. Outcomes and interventions
NANDA. 2001. Nursing Diagnoses:
Definitions & Classification. Philadelphia
Sarwono, P. 1994. Ilmu Kebidanan.
Balai Penerbit UI. Jakarta
Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. 2002.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal
dan Neonatal.
0 komentar:
Posting Komentar