Nilai Gizi Px Hemoroid Berat

Nilai Gizi Hemoroid Berat
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Makalah
Mata Kuliah : Ilmu Gizi
Semester II Tahun Akademik 2014/2015
Dosen Pengampu : SRI WAHYUNINGSIH, S.Gz




Description: unipdu.jpg



DISUSUN OLEH:


        RISKA HIDAYATUL PUTRI (7114016)






PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
JOMBANG

DAFTAR ISI




























 





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. bahwa kami telah menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu gizi yang membahas tentang Nilai Gizi yang di butuhkan Pasien Yang terkena Penyakit Hemoroid Berat.
Makalah ini kami tulis berdasarkan hasil pencarian kami dari beberapa sumber serta pemikiran kami sendiri. isi makalah ini mencakup tentang  Nilai Kebutuhan Gizi yang diperlukan Pasien Hemoroid Berat. Makalah ini di harapkan cukup untuk memberikan pengertian tentang Gizi yang Di Perlukan Pasien Penderita Hemoroid Berat dan Apa saja makanan yang di anjurkan dan yang tidak di anjurkan Serta contoh Menunya.
Sudah tentu makalah ini masih jauh dari sempurna dan juga masih banyak kekurangannya. Maka saran, petunjuk  pengang terjadi dirahan, dan bimbingan dari berbagai pihak sangat kami harapkan.
Semoga makalah ini mendapat Ridho dari Allah SWT, dan bisa bermanfaat bagi kita semua.khususnya bagi yang membuat dan umum nya bagi yang membaca makalah ini.







Jombang 28 Mei 20115


Penyusun















BAB I
PENDAHULUAN


1.1        Latar Belakang
Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam anal kanal. Hemoroid sangat umum terjadi. Pada usia 50-an, 50% individu mengalami berbagai tipe hemoroid berdasarkan luas vena yan terkena. Hemoroid juga biasa terjadi pada wanita hamil. Tekanan intra abdomen yang meningkat oleh karena pertumbuhan janin dan juga karena adanya perubahan hormon menyebabkan pelebaran vena hemoroidalis. Pada kebanyakan wanita, hemoroid yang disebabkan oleh kehamilan merupakan hemoroid temporer yang berarti akan hilang beberapa waktu setelah melahirkan. Hemoroid diklasifiksasikan menjadi dua tipe. Hemoroid internal yaitu hemorod yang terjadi diatas stingfer anal sedangkan yang muncul di luar stingfer anal disebut hemorod eksternal. (brunner & suddarth, 1996)
Kedua jenis hemoroid ini sangat sering terjadi dan terdapat pada sekitar 35% penduduk. Hemoroid bisa mengenai siapa saja, baik laki-laki maupun wanita. Insiden penyakit ini akan meningkat sejalan dengan usia dan mencapai puncak pada usia 45-65 tahun. Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan perasaan yang sangat tidak nyaman. Berdasarkan hal ini kelompok tertarik untuk membahas penyakit hemoroid.


















BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian
Hemoroid ( wasir /ambeien/piles )adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal. Hemorroid adalah pelebaran pembuluh darah/flexus vena. Hemoroid berasal dari kata Yunani , haemorrhoides yang berarti darah yang mengalir (haem = blood, rhoos = flowing). Istilah piles berasal dari kata latin, pila yang berarti pil atau bola. Jadi memang tepat kedua istilah tersebut, karena selain ada perdarahan, penyakit ini ditandai dengan adanya / keluarnya benjolan . Di Indonesia disebut wasir, sedangkan ambeien berasal dari kata Belanda ‘ambeijen’ ( diambil dari kata buah arbij).
Hemorroid sangat umum terjadi. Pada usia 50-an, 50% individu mengalami berbagai tipe hemorroid berdasarkan luasnya vena yang terkena . Sering terjadi namun kurang diperhatikan kecuali kalau sudah menimbulkan nyeri dan perdarahan. Literatur lain menyebutkan bahwa hemorrhoid adalah varices vena eksternal dan / atau internal dari kanal anus yang disebabkan oleh adanya tekanan pada vena-vena anorektal. Jika tidak mendapat penanganan maka hemoroid akan semakin bertambah parah, jarang yang mengalami perbaikan dengan sendirinya karena biasanya kelainan ini melibatkan secara luas pembuluh darah, jaringan lunak dan otot-otot anus . Hemoroid dibagi menjadi 2, yaitu hemoroid interna dan eksterna. Hemoroid interna merupakan varises vena hemoroidalis superior dan media dan hemoroid eksterna merupakan varises vena hemoroidalis inferior. Sesuai istilah yang digunakan, maka hemoroid eksterna timbul di sebelah luar otot sfingter ani, dan hemoroid interna timbul di sebelah dalam sfingter.



2.2    Penyebab
         Penyebab hemoroid tidak diketahui, konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi mungkin penting. Mengejan menyebabkan pembesaran dan prolapsus sekunder bantalan pembuluhdarah hemoroidalis. Jika mengejan terus menerus, pembuluh darah menjadi berdilatasi secara progresif dan jaringan sub mukosa kehilangan perlekatan normalnya dengan sfingter internaldi bawahnya, yang menyebabkan prolapsus hemoroid yang klasik dan berdarah. Selain itufaktor penyebab hemoroid yang lain yaitu : kehamilan, obesitas, diet rendah serat dan aliran balik venosa.
         Faktor Resiko hemoroid :
1. Keturunan à Dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis
2. Anatomic àVena darah anorektal tidak mempunyai katup dan plexus hemorhoidalis kurang mendapat sokongan otot dan fasi sekitarnya
3. Pekerjaan à Orang yang harus berdiri dan duduk lama atau harus mengangkat barang berat, memounyai predisposisi untuk hemoroid
4. Umur à Pada umur tua timbul digenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis
5. Endokrin à Misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstermitas dan anus (sekresi hormon kelaksin)
6. Mekanis à Semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya tekanan yang meninggi dalam rongga perut. Misalnya penderita hipertrofi prostat
7. Fisiologis à Bendungan pada peredaran darah portal misalnya pada penderita dekompensiasio hordis atau sikrosis hepatis
8. Radang à Adalah faktpr penting yang menyebabkan fitalitas jaringan di daerah itu berkurang

2.3    Patofisiologi
Distensi vena awalnya merupakan struktur yang normal pada daerah anus, karena vena vena ini berfungsi sebagai katup yang dapat membantu menahan beban, namun bila distensi terjadi terus menerus akan timbul gangguan.
Salah satu faktor predisposisi yang dapat menimbulkan distensi vena adalah peningkatan tekanan intra abdominal. Kondisi ini menyebabkan peningkatan tekanan vena porta dan tekanan vena sistemik, yang kemudian akan ditransmisi ke daerah anorektal. Elevasi tekanan yang berulang-ulang akan mendorong vena terpisah dari otot disekitarnya sehingga vena mengalami prolaps. Keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya elevasi yang berulang antara lain adalah obstipasi / konstipasi, kehamilan dan hipertensi portal. Hemorrhoid dapat menjadi prolaps, berkembang menjadi trombus atau terjadi  perdarahan.
Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik dari vena hemoroidalis. Penyakit hati kronik yang disertai hipertensi portal sering mengakibatkan hemoroid karena vena hemoroidalis superior mengalirkan darah ke dalam sistem portal. Selain itu sistem portal tidak mempunyai katup sehingga mudah terjadi aliran balik.

2.4    Tanda dan Gejala
HEMOROID INTERNA
Gejala - gejala dari hemoroid interna adalah pendarahan tanpa rasa sakit karena tidak adanya serabut serabut rasa sakit di daerah ini.
Hemoriud interna terbagi menjadi 4 derajat :
             *   Derajat I
Timbul pendarahan varises, prolapsi / tonjolan mokosa tidak melalui anus dan hanya dapat di temukan dengan proktoskopi.
            *   Derajat II
Terdapat trombus di dalam varises sehingga varises selalu keluar pada saat depikasi, tapi seterlah depikasi selesai, tonjolan tersebut dapat masuk dengan sendirinya.
            *    Derajat III
Keadaan dimana varises yang keluar tidak dapat masuk lagi dengan sendirinya tetapi harus di dorong.
            *    Derajat IV
Suatu saat ada timbul keaadan akut dimana varises yang keluar pada saat defikasi tidak dapat di masukan lagi. Biasanya pada derajat ini timbul trombus yang di ikuti infeksidan kadang kadang timbul perlingkaran anus, sering di sebut dengan Hemoral Inkaresata karena seakan - akan ada yang menyempit hemoriod yang keluar itu, padahal pendapat ini salah karena muskulus spingter ani eksternus mempunyai tonus yang tidak berbeda banyak pada saat membuka dan menutup. Tapi bila benar terjadi. Inkaserata maka setelah beberapa saat akan timbul nekrosis tapi tidak demikiaan halnya. Lebih tepat bila di sebut dengan perolaps hemoroid.

HEMOROID EKSTERNA
Hemoroid eksrterna jarang sekali berdiri sendiri, biasanya perluasan hemoroid interna.
Tapi hemoroid eksterna dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu :
            1.     Akut
Bentuk akut berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus dan sebenarnya adalah hematom, walaupun disebut sebagai trombus eksterna akut.
   Tanda dan gejala yang sering timbul adalah:
            *    Sering rasa sakit dan nyeri
            *    Rasa gatal pada daerah hemorid
Kedua tanda dan gejala tersebut disebabkan karena ujung – ujung saraf pada kulit merupakan reseptor rasa sakit.
            2.  Kronik
Hemoroid eksterna kronik atau “Skin Tag” terdiri atas satu lipatan atau lebih dari kulit anus yang berupa jaringan penyambung dan sedikit pembuluh darah.

2.5      Akibat
·         Terjadinya perdarahan
Pada derajat satu darah kelur menetes dan memancar.
·         Terjadi trombosis
Karena hemoroid keluar sehinga lama - lama darah akan membeku dan terjadi trombosis.
·         Peradangan
Kalau terjadi lecet karena tekanan vena hemoroid dapat terjadi infeksi dan meradang karenadisana banyak kotoran yang ada kuman – kumannya.

2.6    Penanganan
Penanganan hemoroid dengan diet tinggi serat
Tujuan diet serat tinggi adalah untuk memberi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi sehingga dapat  merangsang peristaltik usus agar defekasi dapat berjalan normal sehingga dapat mencegah obstipasi, hemoroid, dan diverticulosis.
Syarat-syarat diet tinggi serat
·         Energi cukup sesuai dengan umur , gender, dan aktivitas.
·         Karbohidrat
·         Protein
·         Lemak cukup
·         Vitamin dan mineral tinggi terutama vitamin B untuk membantu memperkuat saluran otot cerna.
·         Cairan tinggi untuk memperlancar defekasi, pemberian minum sebelum makan akan membantu merangsang peristaltic usus.
Serat tinggi yang diberikan sebaiknya berasal dari :
·         Serat larut air yang berasal dari beras tumbuk, beras merah, roti gandum, kacang-kacangan, sayuran dan buah.
·         Kacang-kacangan yang dianjurkan : kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, serta olahan kacang seperti tahu dan tempe.
·         Beberapa sayuran yang tinggi serat diantaranya adalah daun singkong, daun papaya, daun kacang panjang, brokoli, jagung muda, oyong, pare, buncis, kacang panjang, dan ketimun.
·         Buah-buahan yang berserat tinggi diantaranya adalah jeruk, nanas, manga, salak, pisang, pepaya, sirsak, serta buah yang dimakan dengan kulitnya seperti apel, anggur, belimbing, dan jambu biji.
Direkomendasikan untuk mengkonsumsi serat tidak larut sebanyak 25-30 gram per hari.
2.7 Contoh kasus
Dalam kasus ini, pasien didiagnosa menderita Hemoroid
 Identitas Pasien
Nama Pasien              : Tn. Toni
Jenis kelamin              : Laki - laki
Usia                             : 52 tahun
BB                               : 67 Kg
TB                               : 167
Pendidikan                  : SMA
Pekerjaan                    : Wiraswasta

Data penunjang lain
.
a.    Riwayat Penyakit Sekarang
Px MRS dengan Hemoroid berat, BAB mengeluarkan darah
b.    Riwayat Penyakit  Dahulu
      Sering Konstipasi dan hemoroid

1.    Tentukan status gizinya
2. Hitunglah
    a. Kebutuhan energi, protein, lemak, dan karbohidrat
   b. Jelaskan penatalaksaan Dietnya (Syarat, Tujuan, Prinsip dan contoh menu dan bentuk makanannya)

jawaban.

IMT = BERAT badan (Kg)
            TinggiBadan (meter)²
            =67
            (1,67
           =40,119760

Status Gizinya

Ø  Rumus: BEE =66,5+13,5(wt)+5(ht-6,78) (A)
                            =66,5 + 13,5 (67) +5(167-6,78) (52)
                            =1453,44
Ø  Aktivitas: karena riwayat penyakit Tn.T saat ini adalah hemoroid berat dan mengakibatkan Tn.T harus MRS maka aktivitas yg dilakukan Tn.T adalah Badrais (1,2).
Ø  Sakit : 1453,44 x 1,2 =1744,128 Kalori
Ø  Protein: 1744,128 x 15% =261,6192 Kalori
P= 261,6192 : 4 =65,4048 g
Ø  Lemak: 1744,128 x 25% =436,032 Kalori
L=436,032 : 9 = 48,448 g

Ø  Karbohidrat: 1744,128 x 60% =1046,476 Kalori
       K= 1046,476 : 4 = 261,619 g

Penata laksanaan Diet nya :

o   Syarat diet nya
1.Energi cukup
2.Protein cukup yaitu 10-15%
3.Lemak sedang yaitu 10-25%
4.Karbohidrat cukup
5.Menghindari makanan berserat tinggi (Asupan serat maksimal 8g/hari)
6.Menghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar sesuai dengan toleransi perorangan.
7. Menghindari  makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam, dan berbumbu tajam
8. Makanan dimasak hingga lunak
9. Porsi kecil tapi sering
10. Jangka waktu lama ditambah suplemen vitamin dan mineral.



o   Tujuan Diet yaitu
Untuk memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses dan tidak merangsang saluran cerna.

o   Prinsip Dietnya
Diberikan kepada pasien dengan :
  •  Diare berat
  •  Peradangan saluran cerna akut
  •  Divertikulitis akut
  •  Obstipasi spastik
  • Penyumbatan sebagian saluran cerna
  • Hemoroid berat
  • Pra dan Pasca bedah saluran cerna

o   Contoh menu
  •             PAGI                          SIANG                                  
  • Roti bakar                               Nasi Tim         
  • Orak arik telur             semur daging giling+tahu
  • susu                             Tumis labu siam
                                                Pepaya
                        MALAM
                        Nasi tim
                        Sup bola2 ayam
                        Tim tahu
                        setup wortel & buah pepaya



o   Bentuk makanannya

  • Diet ini rendah energi dan sebagian zat gizi
  • Makanan diberikan dalam bentuk disaring atau diblender
  • Makanan ini menghindari makanan berserat tinggi dan sedang, bumbu yang tajam, susu, daging berserat kasar/liat
  • Membatasi penggunaan gula dan lemak
  • Kandungan serat maksimal 4 gram
Tn.T karena riwayat penyakit nya sekarang adalah Hemoroid Berad dan jika BAB mengeluarkan darah jadi Tn.T ini harus dikasi diet Rendah Sisa.

Pengertian Diet Rendah sisa.

Ø  Diet Rendah Sisa adalah makanan yang terdiri terdiri  dari bahan makanan rendah serat dan hanya sedikit meninggalkan sisa.
Ø  Yang dimaksud dengan sisa adalah bagian2 makanan yang tidak diserap seperti yang terdapat dalam susu dan produk susu serta serat daging yang berserat kasar/liat.
Ø  Disamping itu makanan lain yang merangsang  saluran cerna harus dibatasi.

Diet Rendah Sisa ini ada dua macam yaitu :

1. Diet Rendah Sisa I
2. Diet Rendah Sisa II

Rata’’ nilai diet Rendah Sisa 1 adalah:

         Energi  : 1441 kkal
         Protein :     40 g
         Lemak :     58 g
         KH                  :   188 g
         Kalsium           :   100 mg
         Besi     :     6,5 mg
         Vit C   :   118 mg
         Serat    :    1,5 mg
Rata’’ nilai diet Rendah Sisa 2 adalah:

         Energi  : 1750 kkal
         Protein :     61 g
         Lemak :     60 g
         KH                  :   281 g
         Kalsium           :   800 mg
         Besi     :     16 mg
         Vit C   :   117 mg
         Serat    :    6,3 mg

Tn.T nilai Kebutuhan gizi nya saat ini adalah :

v  Energi : 1744,128 kkal
v  Protein : 65,4048 g
v  Karbohidrat : 261,619 g
v  Lemak : 48,448 g

Karena  Tn.T Nilai Kebutuhan Gizi nya Mendekati dengan Nilai Diet Rendah Sisa 2 , maka Tn.T diberi Diet Rendah Sisa 2.
*      Diet rendah sisa II merupakan peralihan dari diet rendah sisa I ke makanan biasa
*      Diberikan bila penyakit mulai membaik atau bila penyakit bersifat kronis
*      Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak
*      Makanan berserat sedang diperbolehkan dalam jumlah terbatas
*      Susu maksimal 2 gelas sehari
*      Lemak dan gula diberikan dlm bentuk mudah cerna
*      Kandungan serat maksimal 4-8 gram



 Bahan makanan yang di anjurkan Untuk Tn.T adalah :
v  Bubur/nasi tim, roti bakar, kentang rebus, mi, bihun direbus, krakers, tepung2an dipuding/dibubur
v  Daging empuk, hati ayam, ikan direbus,ditumis,diungkep,dipanggang, telur rebus/ceplok air.
v  Tahu, tempe ditim dan direbus, ditumis, susu kedelai
v  Sayuran berserat rendah : kacang panjang, buncis,bayam labu siam,wortel rebus, tomat masak.
v  Buah2an : Semua sari buah, Buah segar yg matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak menimbulkan gas, seperti : Pepaya, pisang, jeruk, Avokad dan Nanas.
v  Lemak : Margarin, mentega dan minyak dlm jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup.
v  Minuman : teh encer, kopi, sirup
v  Bumbu  : Garam, gula, cuka, salam, laos, kunyit, kunci, dlm jumlah terbatas.

Bahan Makanan yang tidak Di anjurkan Untuk Tn.T adalah:

         Buah2an : Semua sari buah, Buah segar yg matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak menimbulkan gas, seperti : Pepaya, pisang, jeruk, Avokad dan Nanas.
         Lemak : Margarin, mentega dan minyak dlm jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup.
         Minuman : teh encer, kopi, sirup
         Bumbu  : Garam, gula, cuka, salam, laos, kunyit, kunci, dlm jumlah terbatas.
         Buah-buahan :.Buah yang dimakan dengan kulit, seperti apel, jambu biji, dan pir serta jeruk yang dimakan dg kulit ari. Buah yang menimbulkan gas seperti durian, dan nangka
         Lemak : Minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan.
         Miuman : Kopi, teh kental, minuman yg mengandung soda dan alkohol.
         Bumbu : Cabe dan merica.

Contoh Menu Tn.T adalah:

PAGI                          SIANG                                  
Roti bakar                               Nasi Tim         
Orak arik telur             semur daging giling+tahu
susu                             Tumis labu siam
                                                Pepaya
                        MALAM
                        Nasi tim
                        Sup bola2 ayam
                        Tim tahu
                        setup wortel & buah pepaya



























BAB III
PENUTUP

3.1   Kesimpulan
        Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
·         Hemoroid adalah adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal. Hemorroid adalah pelebaran pembuluh darah/flexus vena. Hemoroid berasal dari kata Yunani , haemorrhoides yang berarti darah yang mengalir (haem = blood, rhoos = flowing). Istilah piles berasal dari kata latin, pila yang berarti pil atau bola. Jadi memang tepat kedua istilah tersebut, karena selain ada perdarahan, penyakit ini ditandai dengan adanya / keluarnya benjolan .
·         Faktor Resiko hemoroid :
Keturunan, anatomic, pekerjaan, umur, endokrin, mekanis, fisiologis, radang.
·         Pada dasarnya hemoroid di bagi menjadi dua klasipikasi, yaitu :
      1. Hemoroid interna à merupakan varises vena hemoroidalis superior dan media
            2. Hemoroid eksterna à merupakan varises vena hemoroidalis inferior.
·         Hemoriud interna terbagi menjadi 4 derajat :
            * Derajat I
            * Derajat II
            * Derajat III
            * Derajat IV

·         Hemoroid eksterna dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu :
            1. Akut
            2. Kronik
·         Penanganan Hemoroid bias dilakukan dengan diet tinggi serat.
v  Dari contoh kasus di atas Nilai Gizi Tn.T harus di berikan Diet Rendah Serat 2.

3.2    Saran
         Perlu penyuluhan yang intensif tentang penyakit, proses penyakit dan pengobatannya pada penderita hemoroid. Menginformasikan tentang pencegahan-pencegahan terjadinya hemoroid dengan cara :
1. Makan makanan tinggi serat, vitamin K, dan vitamin B12.
2. Sarankan untuk tidak banyak duduk atau kegiatan yang menenkan daerah bokong.
3. Sarankan untuk tidak terlalu kuat saat mengedan karena dapat menambah besar hemoroid.
4. Sarankan agar mengurangi makan makanan pedas yang dapat mengiritasi hemoroid.
5. Sarankan untuk melakukan hemoroidektomi apabila stadium hemoroid telah mencapai derajat III hemoroid interna untuk mencegah terjadinya infeksi.




 DFTAR PUSTAKA

Arkanda, Sumitro. 1989. Ringkasan Ilmu Bedah. Jakarta: PT. Bina Aksara.
Brunner & Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Vol. 2. Jakarta: EGC.
Djuhari,Widjajakusumah. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.
Doenges (2001). Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta: EGC
Jusi, H. D. 1991. Dasar-Dasar Ilmu Bedah Vaskuler. Jakarta: Balai Penerbit.
Lauralee,Sherwood. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC
Parakrama,Chandrasoma. 2006. Ringkasan Patofisiologi Anatomi Edisi 2. Jakarta: EGC.
Price, Sylvia Anderson. 1984. Patofisiologi Edisi 4. Jakarta: EGC.
Robbins, Stanley L. 1989. Buku Saku Dasar Patologi Penyakit. Jakarta: EGC
Schrock, Theodore R. 1991. Ilmu Bedah. Jakarta: EGC.
Sjamsuhidajat, R. Wim de Jong. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta: EGC.
Diposkan oleh Candra Wijayanti di 23.19


0 komentar:

Posting Komentar

Write here, about you and your blog.
 
Copyright 2009 rizka_hp blog All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes
Blogger Templates